Tuesday, January 31, 2006

Banjir Rendam Separuh Indramayu, Satu anak tewas dan dua anak lainnya dinyatakan hilang terseret arus

INDRAMAYU,
Banjir melanda 19 kecamatan dari 28 kecamatan di wilayah Kab Indramayu. Selain disebabkan curah hujan yang tinggi, banjir yang mulai terjadi pada Jumat (27/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB itu, juga disebabkan oleh air kiriman dari daerah hulu, dan air laut pasang.

Satu anak tewas dan dua anak lainnya dinyatakan hilang akibat terseret derasnya arus air sungai. Anak yang tewas bernama Deni (15 tahun) warga Kota Bandung. Sedangkan dua lainnya yang hingga kini masih dilakukan pencarian adalah Muhamad Putra Haji Sarkim (15 tahun) warga Pekanbaru, dan Ari (12 tahun) warga Kandanghaur Indramayu. Deni maupun Muhamad terseret arus Sungai Cilalanang di Kec Haurgeulis, sedangkan Ari tersapu arus Sungai Cipanas di Kec Cikedung.

Selain menelan korban jiwa, banjir itu juga merendam ribuan rumah milik warga, dengan ketinggian antara 30 cm - 150 cm. Bahkan, 26 unit rumah di antaranya roboh diterjang derasnya air. Selain itu, banjir juga menggenangi 26.550 hektare sawah milik penduduk yang ditanami padi berumur sekitar 20 - 30 hari.

Banjir ini juga menggenangi jalur Pantura Kandanghaur, dengan ketinggian sekitar 20 - 30 cm. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat sepanjang kurang lebih 15 km. Bangunan-bangunan sekolah juga ikut terendam. Hal ini mengakibatkan para murid harus diliburkan pada Sabtu (28/1) lalu. Kondisi ini terjadi di SDN 3 Pengauban Desa Pengauban Kec Lelea.

Berdasarkan pantauan, ribuan orang yang rumahnya terendam itu mengungsi ke sejumlah lokasi, seperti balai desa, kecamatan, dan di sepanjang bahu jalan Pantura Kandanghaur. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat.

Kemudian, akibat tingginya volume air, tiga titik tanggul Sungai Cipanas juga jebol. Ketiga titik itu adalah Blok Sri Kolot dan Cibadak yang berada di Desa Cikedung Lor Kec Cikedung, dan Blok Munjul di Desa Karangasem Kec Cikedung.

Sementara ke-19 kecamatan yang dilanda banjir adalah Kec Sindang, Balongan, Juntinyuat, Lelea, Losarang, Widasari, Sukra, Karangampel, Arahan, Terisi, Cikedung, Bongas, Lohbener, Kandanghaur, Gabuswetan, Kroya, Anjatan, Gantar, dan Haurgeulis. Banjir terparah terjadi di Kec Kandanghaur, Kroya, Cikedung, Gabuswetan, Terisi, dan Lelea. Pasalnya, air yang menggenangi wilayah-wilayah itu telah mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter. Bahkan Kec Kroya, Cikedung, Gabuswetan, dan Terisi, kini terisolasi akibat putusnya jalan yang tergenang air.

Bupati Indramayu, H Irianto MS Syafiuddin, yang meninjau lokasi banjir pada Ahad (29/1), menetapkan Indramayu sebagai wilayah siaga penuh banjir. Karena itu, ia mengimbau seluruh aparat terkait untuk segera melakukan tindakan penanganan banjir.

Bupati juga menyerahkan bantuan berupa tujuh ton beras untuk Kec Lela, Cikedung, dan Kandanghaur. Dikatakannya, bantuan untuk warga di kecamatan lainnya, akan segera menyusul.

Bencana banjir mengakibatkan delapan desa di Kecamatan Legonkulon, Kab Subang, terendam air setinggi sekitar 50 cm, Sabtu (27/1). Daerah terparah adalah Desa Legonwetan, Mayangan dan Desa Anggasari sehingga warganya harus mengungsi. ''Banjir terjadi sejak tiga hari lalu, dan semakin parah sejak Jumat (27/1),'' kata Adjis, seorang staf Kecamatan Legonkulon, Kab Subang.

Angin puting beliung

Bersamaan dengan datangnya banjir, angin puting beliung juga menyerang dua desa di Kec Lelea. Kedua desa itu adalah Desa Tamansari dan Desa Pengauban. Akibat terjarangan angin yang dinamakan angin ulur-ulur itu, lima unit rumah rusak berat dan 32 unit rumah rusak ringan.

''Angin puting beliung diawali dengan hujan yang lebat sejak dua hari yang lalu. Kemudian pada Jumat (27/1) sekitar pukul 20.00 WIB, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh. Atap rumah saya seketika itu beterbangan dan tembok pun jebol tersapu angin,'' ujar Imah (33 tahun), warga Desa Pengauban, Sabtu (28/1).

Imah menuturkan, selain membutuhkan bantuan makanan, warga yang rumahnya rusak terkena sapuan angin puting beliung itu juga memerlukan bantuan bahan-bahan bangunan.