Saturday, February 04, 2006

Irigasi di Indramayu Rusak Berat

INDRAMAYU,
Separuh dari jumlah fasilitas atau infrastruktur pengairan (irigasi) dan perhubungan di Kab. Indramayu, rusak berat akibat banjir. Untuk pengairan, prosentase kerusakan mencapai 40 persen lebih, sedangkan perhubungan mencapai lebih dari 70 persen.

Kerusakan terlihat menyusul menyurutnya genangan. Dari pantauan, Jum'at (3/2), banyak ditemukan kerusakan pada fasilitas pengairan, terutama di sepanjang DAS (daerah aliran sungai) yang meluap dan menimbulkan genangan air, seperti DAS Cibuaya, Pangauban, Cipanas, Cilalalang, dan Cikandung-Cipunegara. Bentuk kerusakan beraneka ragam seperti jebolnya tanggul, senderan, serta pintu air, termasuk jebolnya bendungan di Cipancuh, Haurgeulis.

Kepala PU Pengairan, H. Utju Kurnaedin menuturkan, pihaknya tengah menginventarisasi jumlah fasilitas pengairan yang rusak.

Sementara itu, sampai Jum'at sore, genangan di areal persawahan masih tetap tinggi, seperti di sepanjang Pantura Kandanghaur-Losarang, Gabuswetan, Indramayu, Sindang, Balongan, Juntinyuat.

Data di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Indramayu, lebih dari 39.000 ha sawah yang tergenang setingi 1 meter, yang sudah dinyatakan puso mencapai lebih dari 22.500 ha.

Infrastruktur perhubungan juga mengalami kerusakan lebih parah. Hampir seluruh jalan kecamatan dan desa di daerah yang terkena banjir mengalami rusak berat, di antaranya jalan Larangan-Lelea-Cikedung-Terisi-Kroya-Gabuswetan-Anjatan-Patrol sepanjang 60 km, Jangga-Terisi sepanjang 15 km, Karangsinom-Gabuswetan-Kroya (20 km), Bugel-Bongas (15 km), dan Patrol-Haurgeulius (30 km).Diperkirakan kerusakan jalan mencapai sepanjang lebih dari 500 km, terutama terpusat di sejumlah kecamatan di wilayah utara, tengah, dan barat Indramayu. Akibatnya, lalu lintas terutama di jalur utama Pantura, terjadi antrean panjang.